Penantian?



Kala sunyi menyapa
Kegelapan turut ikut serta
Dunia seakan tak bernyawa
Memori seakan tak berwarna
Putaran detik terasa seribu tahun lamanya

Senyap
Bisik pun tak ada samar terdengar
Hembusan angin tak juga berkabar
Seolah menanti fajar
Penantianku juga sudah tak wajar

A Realization



Realization
? hmm apa sih yang muncul di benak kalian kalo denger kata ini?
Berbicara mengenai sebuah realization, gue bingung daritadi nyari bahasa Indonesianya tuh apa dan akhirnya gue nyerah aja deh karena otak gue lagi gabisa diajak mikir keras hehe.
Gue tuh akhir-akhir ini menyadari beberapa hal yang ternyata ada di hidup gue dan juga terjadi di hidup gue.

What things?

Oke, gue akan menyatakan dari hal pertama yang ga penting banget tapi gue baru menyadari hal ini.
Gue gak bisa denger suara terlalu keras.
YA SEMUA ORANG JUGA GITU.
Tapi gak, gak gitu maksud gue. Maksud gue tuh, gue kalo denger suara keras kayak misalnya motor ngetrek malem-malem tuh gue gabisa karena pasti gue parno sendiri dan deg-degan sendiri gitu.
Aneh kan? iya emang aneh banget. Pasti kalo denger suara keras kayak suara motor tadi gitu, gue bakal langsung mencari tempat yang menurut gue aman dan menenangkan. Bahkan, denger suara ujan deras aja gue gak suka. Iya gue tau ini susah dimengerti dan gue juga gak bisa menjelaskan secara detail karena emang susah dijelasin :(

Hal lain yang gak kalah gak pentingnya dari yang diatas tuh gue sebelum tidur harus dulu buka 9GAG. hehe
Gatau asli gatau kenapa, kayaknya gue butuh hiburan gitu loh sebelum tidur yang paling ga bisa membuat mood gue baik sebelum tidur.
Asli meskipun udah mata tinggal 5watt kalo ga scroll 9GAG tuh belom bisa tidur gue.
Kadang gue harus menemukan hal receh dan menghibur biar seengganya bisa mimpi indah gitu.
Asli ga berfaedah banget hidup gue.

Hal ketiga ini ya menurut gue bukan gue aja sih yang sadar, tapi juga banyak orang.
Melihat keadaan akhir-akhir ini di Indonesia dan bahkan dunia bikin gue kadang-kadang geleng kepala (bukan dugem).
Like, Indonesia yang notabene nya sebuah negara yang terbangun dari bangsa yang plural malah jadi negara yang punya masalah dengan kepentingan suatu pihak yang membawa-bawa agama dan suku.
Malah terkadang hal itu juga dibiarkan ada demi kepentingan politik. 
Lucu sih kadang, liat orang yang dengan mudahnya mengumpulkan massa buat menuntut seseorang dengan kasus yang bahkan gak perlu dijadiin kasus yang dibawa ke pengadilan gitu. Tapi ya apa mau dikata, kalo ga diturutin kerjaannya demo.
Giliran dia yang kena kasus, maunya diomongin secara baik-baik dulu. HA lucu emang
Suka mikir sih gue kadang apa kita jamannya emang udah mau kiamat ya..
Karena orang-orang makin egois dan emosional.
Gue takut Indonesia bakal tercerai berai dan gak lagi jadi negara kesatuan.
But, what can I do.. gue cuma bisa berdoa aja sekarang supaya Indonesia ini tetap satu dan bisa lebih menghargai pluralisme yang ada dan supaya keadaan dunia ini juga ga semakin memburuk.

Itu sih yang mau gue sampaikan di postingan kali ini hehe
Maaf kalo ga jelas dan ga berfaedah. Maklumin aja :)


BUCKET LIST(S)



Hi fellassssss!
How you guys doin' all this time of the year??
Pretty much unexplainable for me and pretty messed up.
But I got to go to college anyway. That's the best thing.
So, I wanna say Merry Christmas to all of you and welcoming the 2017 
so, Happy New Year!
We finally gonna end this fckd up year.

Jadi, as everyone doing the new year's resolution (kalo emang masih pada termotivasi ya) 
well, i'm not doing it. HAHA
karena gue tau gue bakal melupakan semua resolusi gue itu sebelum bulan Februari bahkan..
that pretty sums up why I've always been the same all these years. hehe
Daripada melakukan resolusi, gue ingin membuat sebuah bucket lists dimana semua hal yang ingin gue lakukan di 2017 akan gue tuangkan dalam postingan kali ini.
I feel like it's been a decade since I posted my last post.
It's been hella hectic with college and stuffs. well, damn college life.
Okay, no need to be such a chatty, gue akan list apa aja yang mau gue lakuin di 2017 nanti :

1. Go to an amusement park (bocah? biarin aja yang penting seneng)
2. Makan rawon deket kosan (definitely will!)
3. Lebih aktif di kampus
4. Baca min. 5 buku baru
5. Punya gebetan (ya sebelum pacar paling ga gebetan dulu lah ya)
6. Photobox dengan 5 orang berbeda
7. Pergi ke 3 cafe berbeda di Bandung
8. Getting spotify premium (haven't got a chance to do it til now pft)
9. Getting more friends so I don't have a damn phone without notification
10. GAK tahun baruan sendiri lagi (hm..this one is pretty conditional tho)

YAA..itu beberapa lists yang ingin gue lakuin di 2017 nanti.
IT'S JUST 2 MORE DAYS PIPOOOOLLLL!
Getting excited and wish that 2017 will be a brand new fresh year to be passed.
I wish I will have more luck next year and you guys too!
May God bless us all.
See you guys next year!!

Harmony Doesn't Come With Money



Selamat... (pagi,siang,malam,subuh) silakan diisi sendiri
It's been kinda hectic this week dan gue baru sempet dan nemu inspirasi buat ngeblog lagi hehe
Gue mau share sesuatu yang mungkin agak klise bagi kalian tapi ini jujur aja merupakan sesuatu yang heartwarming banget buat gue.

/Akhirnya Ku Menemukanmu - Naff on play/

Jadi ginii, beberapa hari lalu waktu gue mau berangkat ngampus as usual gue buka pager kosan dulu kan dan waktu gue keluar dan mau gembok pager ada 1 orang bapak, 1 ibu, dan 1 anak laki-lakinya.
Anak laki-lakinya itu bawa sebuah karung bekas karung beras gitu.
They walked together dan sambil bercengkrama.
Awalnya gue gak ngeh dengan mereka, gue cuma anggep mereka sebagai orang asing aja yang sama-sama memakai jalanan itu.
Akhirnya gue jalan aja tuh, dan posisinya gue ada dibelakang mereka.
Pas udah di pertengahan jalan, gue merhatiin mereka lagi dan disitu gue liat si ibu dan bapak lagi gandengan tangan and I was like... "omg cute"
Anaknya sesekali nengok buat ngobrol sama ibu bapaknya, disitu gue kayak terenyuh banget liat mereka yang...dalam kesederhanaan mereka, mereka masih bisa hidup harmonis as a family.
Mereka gak malu untuk menunjukkan bahwa mereka itu adalah keluarga.
Gue mencoba untuk foto mereka tapi banyak banget gangguan yang ada di jalanan itu dan akhirnya gue terpisah sama mereka.
That scene really really warms my heart even until this second I type this sentence.
Gue merasakan dan gue mulai bisa ngerti gitu, bahwa kebahagiaan bukan dan gak bisa diukur sama yang namanya uang atau materi.
Klise? iya gue tau ini adalah cerita yang biasa banget mungkin sering kalian denger. 
Tapi, mendengar dan melihat langsung adalah kedua hal yang amat beda dan bisa merubah perspektif dan paradigma kita akan "bahagia itu sederhana" atau "money can't buy you happiness".

Ditambah lagi gue abis ikut program gladi sosial & budaya dari kampus dan gue dapet kesempatan untuk gladi sosial di Desa Banjarsari, Kec. Pengalengan. 
Gue tinggal di rumah Ibu Imas. 
Si ibu bekerja di kebun teh dan si bapak di kandang sapi. 
Anak mereka masih di bangku 3 SMP dan 2 SD.
Here's the condition, mereka harus bekerja di kebun teh karena kalau mereka gak kerja disitu mereka harus bayar sewa rumah setiap bulan sebesar Rp. 600 ribu.
Jadi mau gak mau mereka harus kerja di kebun teh itu dan mereka masih bekerja sambilan juga kayak jualan jajanan buat anak-anak SD dan gapernah ada kata capek.
Mereka juga selalu berusaha ngasih hidangan terbaik buat gue dan teman serumah gue walau dalam segala keterbatasan mereka.
Disini gue belajar kalo dalam segala kesederhanaan banyak hal yang bisa disyukuri.
Kayak, si Taufiq yang masih SD sekolah dengan jadwal yang gak teratur, tergantung guru datengnya kapan, meanwhile gue yang kuliah udah jadwal jelas masih suka males kuliah.
Itu sih yang harus gue rubah dan juga buat gak mengeluh terus sama apa yang udah gue punya dan gak mengeluh sama apa yang gue udah pilih untuk gue jalanin.
Disini juga menggambarkan bahwa dalam kesederhanaan itu bukan penghalang untuk hidup rukun dan bahagia.

Gue rasa kata-kata itu emang bener.
Bahagia itu sederhana.


Dua Jalan



Seakan ku berdiri di persimpangan
Segala pikiranku terbawa angan
Angan untuk mengukir kenangan
Kenangan bersamanya di masa depan

Namun sekarang ku harus menetukan
Menentukan satu dari dua jalan
Jalan yang akan membawaku kepada harapan
Harapan yang kudamba menjadi satu tujuan

Terombangku bagai di lautan
Badai seakan berderu memenuhi pikiran
Beragam pertanyaan telah memenuhi catatan
Menunggu untuk mendapat balasan

Akan tiba waktu aku harus menentukan
Menentukan satu dari dua persimpangan
Menentukan satu untuk jadi jawaban
Jawaban hati untuk berada di pelukan


Alasan Tetap Sendiri?



Hola! 
Gue hari ini  mau curhat-curhatan aja hehe
Hari ini hari Sabtu dan gue harus kelas dong sedih banget gak sih:( berasa balik lagi ke SD gue
Trus kelas gue itu jam 1 siang dan matkul Ilmu Politik yang sukses bikin gue ngangguk ngangguk ngantuk tiap minggunya.
Itulah yang menyebabkan gue gak bisa pulang ke Jakarta sedangkan ada temen gue yang tiap minggu bolak balik bdg-jkt-bdg mulu huft /iri/.

Gue sering banget denger orang ngomong kalo jomblo itu adalah pilihan.
Well, jujur aja gue jomblo itu bukan pilihan gue hahaha.
Gue pengen kok ngerasain gimana pacaran gitu tapi ya begini aja emang belom waktunya kali ya.. ditambah lagi gue masih maba yang masih waktunya buat nyari temen yang banyak dan nyari kegiatan yang banyak.
Tapi, baru gini aja gue udah capek mulu coba..entah, kadang gue suka merasa hampa aja gitu kalo lagi di kosan sendiri. Antara homesick dan kesepian itu ada suatu thin line yang gabisa dibedain.
Alasan lain adalah gue emang pengen agak selektif dengan orang-orang apalagi yang kalo emang mereka niat gitu deketin gue ea (1). Karena gue gamau aja gitu manis diawal gak enak di akhir.
Gue juga bingung sih kenapa sampe sekarang belom ada yang deketin gue atau gimana gitu. ea (2)
Kan gue juga pengen ngerasain kasmaran kayak anak-anak remaja lain. ea (3)
Jujur aja di Bandung itu banyak fine guys dan fine kating bertebaran tapi ya apa daya gue seorang perempuan cuma bisa mengagumi dari jauh.
Gapapa, gue tau Tuhan udah nyediain jodoh terbaik buat gue. gue yakin.

Jadi alasan gue tetep sendiri sampe sekarang adalah ya itu tadi. belom waktunya dapet. he he
sesi curhat berakhir.

Oh, Negeriku.

Haii gue kembali lagi akhirnya setelah sekian lamaaa
Gue baru selesai ospek jurusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan yeay! *clapsoundsonplay*
ini sedikit sneak peek pas kita informal session tadi, temanya itu adalah "Gastrofest" yaitu berdiplomasi melalui makanan khas masing-masing negara. Nah, negara gue itu adalah Austria dan kita bikin regal crumb white chocolate cheesecake yuhuu!


Selama sebulan gue menjalani kelas matkul-matkul di HI ini gue menjadi sedikit berpikiran terbuka dan jujur gue seneng sama matkul yang dipelajarin kayak filsafat ilmu, ilmu politik, sejarah internasional, pengantar HI, dan lain-lainnya.

Selama gue belajar hal-hal ini gue tuh kayak menemukan sesuatu hal yang baru gitu. 
Entah kenapa, gue orangnya emang mudah impressed dan emang selalu kepo sama hal-hal baru.. jadi gue ngerasa dengan belajar matkul-matkul ini tuh memberi gue wawasan baru dan pandangan baru dalam melihat dan menganilis situasi yang ada. Kayak contohnya aja filsafat. Jujur gue pertama kali belajar filsafat tuh pusing banget and I was like "what the heck is this...nih dosen ngomong apa sih" karena saking mindblown dan gak non-sense nya orang mikir hal-hal yang bahkan tuh kadang gak penting. Misalnya aja nih ada orang namanya Descartes dan dia bilang diakui oleh Tuhan dan benda. Diakui oleh Tuhan tuh maksudnya kita kan sebagai manusia mengerti konsep tentang Tuhan kayak apa, dan begitu juga dengan Descartes dan dia bilang kalo orang-orang yang ngerti hal itu artinya dia harus diakui dulu oleh Tuhan baru Tuhan memberikan pemahaman itu ke dia jadi karena si Descartes ngerti konsep Tuhan jadi dia merasa dia diakui oleh Tuhan. Mengenai diakui oleh benda, misal aja kalian pasti tau kalo kayu itu keras..dan kita merasakan kayu itu keras. Jadi, kita gaakan tau kalo kayu itu keras kalo kayu itu gak mengakui kita. Mindblown kan? emang. Tapi ini intermezo aja sih ya.


Nah, ini yang mau gue share sih sebenernya. Dengan belajar ilmu politik, sejarah internasional, dan pancasila gue jadi mengerti dan terbuka pikirannya tentang keadaan Indonesia ini. Jujur aja, gue sebenernya juga agak merasa 'wow' saat dosen itu bilang kalo kita jangan mudah tertipu oleh pemberitaan-pemberitaan yang belom tentu bener. Ya, emang sih, kadang berita itu kan isinya suka ga penting apalagi yang dari 'blabla Today' itu kan suka gak jelas abis. Dan masih banyak orang yang percaya dan berpikiran kalo Indonesia itu dijajah selama kurang lebih 300 tahun. Like...for real gitu Belanda mau jajah kita selama itu? mau jadi sebobrok apa Indonesia. Sebenernya Belanda itu juga awalnya kan dateng dengan tujuan perdagangan bukan buat jajah juga. Jadi sebenernya penjajahan itu gak diitung dari awal datengnya Belanda ke Indonesia ya, guys.



Waktu gue kelas Pancasila, dosen gue ngasih satu klip tentang sebuah acara talk show formal yang waktu itu lagi ngundang Pak B.J.Habibie. Seperti yang kita semua tau, Pak Habibie ini kan menggantikan posisi Pak Soeharto yang mundur dari jabatan kepresidenannya. Nah, ada hal yang juga baru gue sadar saat dosen Ilmu Politik gue nanya, sah gak Pak Habibie itu jadi presiden saat itu? Dan ternyata secara hukum harusnya engga. Why? Karena Pak Soeharto waktu pidato kemundurannya bilang bahwa dia mengangkat Pak Habibie sebagai wakilnya untuk menggantikan posisi dia. Apa yang aneh? Pak Soeharto setelah menyatakan mundur kan otomatis statusnya itu adalah menjadi seorang rakyat biasa bukan lagi Presiden dan tidak berhak mengangkat Pak Habibie menjadi Presiden karena setelah Pak Soeharto menyatakan mundur, memang wakil Presiden itu langsung secara otomatis menggantikan posisi Presiden.

Lalu, singkat cerita aja, Pak Habibie juga pernah mengadakan terbang perdana pesawat terbang buatannya N-250. Pak Habibie memang memiliki cita-cita untuk membuat pesawat terbang sendiri bagi Indonesia. Namun sayang, produksinya harus dihentikan karena suatu kendala. Apakah itu? hutang. Bukan hutang BUMN, tetapi hutang swasta. Lalu IMF menawarkan bantuan untuk kita, tetapi dengan syarat tutup itu usaha pesawat terbang. Pak Habibie bilang dia tidak bisa menghentikan penutupan itu karena saat itu sedang terjadi inflasi dan akhirnya dia mengalah untuk menang. Siapa yang menang? Rakyat lah yang menang. 


Jadi, sebenarnya, Indonesia itu adalah negara yang mampu. Dengan sumber daya yang melimpah, kita seharusnya bisa menjadi negara maju. Namun, karena pengaruh luar negeri yang akhirnya mengambil alih sumber daya kita, kita jadi tidak bisa mengelola itu sendiri. Kita terikat dengan perjanjian-perjanjian luar negeri yang akhirnya menjadikan kita seolah-olah tidak mampu mengelola sumber daya kita sendiri. Ada perkataan bahwa itu adalah kutukan negara dengan sumber daya berlimpah. Bahwa akhirnya kita akan membutuhkan bantuan negara lain dan akhirnya menempatkan kita pada posisi yang tereksploitasi. 

Ini menjadi tugas kita generasi penerus bangsa /asik/ untuk bisa menjadikan Indonesia ini jadi negara yang bisa lebih lagi maju dan bisa mengembangkan potensi lebih lagi. Jangan malah skeptis ya sama negara sendiri. Banggalah jadi anak Indonesia!
Indonesia bisa!